Nasihat dan Pelajaran dari Indonesia Menangis

Nasihat dan Pelajaran dari Indonesia Menangis

Judul Buku : Nasihat dan Pelajaran dari Indonesia Menangis

Pengarang : Ainul Haris, Lc. Mag & Jon Hariyadi, SP.d, M. Ag

Akhir-akhir ini secara beruntun di berbagai wilayah di Indonesia, seakan digilir dengan berbagai macam bencana. Puncaknya, Minggu, 26 Desember 2004 Indonesia benar-benar menangis. Hari itulah di Aceh dan sebagian Sumatera Utara terjadi gempa dan tsunami, yang merenggut lebih dari 200 ribu nyawa. Tidak ada ungkapan yang mampu menggambarkan secara utuh peristiwa dahsyat itu. Peristiwa haru biru duka yang menyayat-nyayat batin siapapun yang menyaksikannya. Mungkin hanya air mata, solidaritas dan empati yang dengan deras mengalir dari seluruh bangsa bahkan dunia itu yang bisa mengungkapkan betapa dahsyat bencana itu dan betapa luar biasa akibatnya.

Betapapun begitu dahsyat, ketahuilah saudaraku ada musibah yang jauh lebih dahsyat dari gempa dan tsunami di Aceh. Yaitu kesalahan persepsi dan pemahaman dalam melihat dan menyikapi musibah tersebut. Sebab akan melahirkan kesesatan pemahaman, keputusasaan, tidak percaya kepada takdir, bahkan na’udzubillah murtad dari agama Islam.

Buku ini insya Allah akan meluruskan jawaban atas berbagai pertanyaan yang banyak dibicarakan orang, “Mengapa tsunami dahsyat terjadi di Aceh yang nota bene berusaha menjalankan syariat Islam? Mengapa orang-orang kafir dibiarkan? Apakah musibah ini sebagai siksa, peringatan atau ujian? Benarkah yang tidak terkena musibah dahsyat itu berarti disayang Allah, sebaliknya yang terkena musibah tersebut karena dimurkai-Nya? Apa pelajaran yang harus kita ambil dari musibah dahsyat ini? Bagaimana cara umat Islam berintrospeksi? Bagaimana agar kita tetap optimis dan bahagia menjalani hidup?”

Temukan jawaban tuntas dan benar dari berbagai pertanyaan di atas juga bahasan menarik lainnya dalam buku ini. Jawaban yang berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Tidak berlebihan jika dikatakan buku ini akan mampu -dengan izin Allah- menggugah hati yang lalai, sehingga terjaga kembali; menghunjamkan keyakinan, sehingga semakin teguh ber-Islam; membunuh keputusasaan, sehingga bangkit menjalani hidup dengan penuh harapan; memotivasi hidup di dua alam, sehingga produktif membangun dunia dan produktif membangun kehidupan Akhiratnya. Semoga

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: